Kamis, 21 Juni 2012

Love you but ...

     Aku mencintaimu. Sungguh, tulus amat sangat cintaku untukmu. Namun apa? kamu tak melihatnya. Kamu buta terhadapku. Sakit sekali hatiku. Aku terus mencoba menerka dan meraba apa yang kamu mau. Tapi tak sampai, kamu menginjakku terlebih dahulu. Hingga terasa sesak di dada. Kamu begitu menerkam ku hingga ku tak sanggup berbuat apa-apa. Begitu sulit kamu melihat ketulusanku.
     Kuharap, menyesal lah kamu nanti saat kamu tau seberapa besar pengorbananku untukmu. Aku memang mencintaimu, tapi aku pun tak rela bila kamu terus menginjak aku seperti ini. Wajahmu selalu terngiang di kepalaku. Mimpiku hanya ada kamu. Hariku hanya untuk kamu. Waktuku habis untukmu. Semuanya terbuang sia sia untukmu!!
     Tolong lah, bantu aku untuk bisa melupakanmu. Kenapa kamu terus hadir di ingatanku? Kenapa kamu begitu jahat hingga tak bisa melihat ketulusanku? Kenapa kamu begitu buta terhadap cinta yang kuberi? Kenapa? Banyak kata kenapa di benakku saat ini. Beribu pertanyaan menguak batinku.
     Aku cinta kamu, tapi...