Sabtu, 24 November 2012

Iseng


Relakanmu

Sendiri, aku sendiri
Melepaskan kepergianmu
Kamu tinggalkan aku seorang
Sendiri, menunggumu yg tak kembali

Kamu beri aku janji
Menjagaku hingga akhir hayat
Nyatanya, janji itu palsu
Kamu tinggalkan janji itu,
Dan pergi meninggalkanku

Aku harus relakanmu
Walau perih hati ini kamu tinggalkan
Tersisa luka batin yg kamu beri

Aku terima ini semua
Sesakit apa pun yang kamu berikan
Akan aku coba melewatinya.

Kamis, 21 Juni 2012

Love you but ...

     Aku mencintaimu. Sungguh, tulus amat sangat cintaku untukmu. Namun apa? kamu tak melihatnya. Kamu buta terhadapku. Sakit sekali hatiku. Aku terus mencoba menerka dan meraba apa yang kamu mau. Tapi tak sampai, kamu menginjakku terlebih dahulu. Hingga terasa sesak di dada. Kamu begitu menerkam ku hingga ku tak sanggup berbuat apa-apa. Begitu sulit kamu melihat ketulusanku.
     Kuharap, menyesal lah kamu nanti saat kamu tau seberapa besar pengorbananku untukmu. Aku memang mencintaimu, tapi aku pun tak rela bila kamu terus menginjak aku seperti ini. Wajahmu selalu terngiang di kepalaku. Mimpiku hanya ada kamu. Hariku hanya untuk kamu. Waktuku habis untukmu. Semuanya terbuang sia sia untukmu!!
     Tolong lah, bantu aku untuk bisa melupakanmu. Kenapa kamu terus hadir di ingatanku? Kenapa kamu begitu jahat hingga tak bisa melihat ketulusanku? Kenapa kamu begitu buta terhadap cinta yang kuberi? Kenapa? Banyak kata kenapa di benakku saat ini. Beribu pertanyaan menguak batinku.
     Aku cinta kamu, tapi...

Kamis, 26 Januari 2012

...

Jika kamu mempunyai seseorang yang sangat berarti, jagalah dia. Jangan biarkan dia menangis karena perbuatanmu. 

     Sungguh, aku selalu menangisimu. Tapi itu tak membuatmu luluh padaku. Dan sungguh, itu menyakitkan. Membuat hatiku teriris. Aku risih dengan perasaan ini. Semuanya membuatku resah. Aku tak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaanku. Selalu memikirkanmu setiap waktu. Mengingatmu selalu membuat hatiku terluka, terluka, dan terluka lagi. Ingin rasanya melupanakmu, namun semakin kucoba untuk melupakanmu, semakin sakit rasa hati ini. Semakin besar irisan yang kau buat di hatiku. Tidak bisakah kau mengalah sedikit untukku? Aku tak ingin hidupku berakhir dengan perasaanku yang terluka. Bahagiakanlah aku sebelum aku mengakhiri hidup ini. Detik-detik sebelum kepergianku, kuharap kamu mau menemuiku untuk terakhir kalinya. Kuharap kamu tak menyesal setelahnya. Aku selalu menunggumu. Setiap hari aku selalu datang ke taman depan rumahmu. Dari pagi hingga malam tiba. Aku setia menunggu kehadiranmu 4 bulan belakangan. Namun aku hanya menerima kekecewaan. Teramat dalam.